You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pembangunan 6 Fly Over dan Under Pass Capai 10 Persen
photo Doc - Beritajakarta.id

Pembangunan Flyover dan Underpass Masuk Tahap Konstruksi

Pembangunan tiga flyover dan tiga underpass di DKI Jakarta, sudah memasuki tahap konstruksi. Hingga kini, keseluruhan pengerjaan sudah mencapai sekitar 10 persen.

Untuk Fly Over saat ini sedang pengerjaan struktur bawah berupa pondasi bored pile

Ketiga Flyover yang dibangun yakni, Bintaro Permai sepanjang 450 meter, Cipinang Lontar 550 meter dan Pancoran sepanjang 850 meter. Sedangkan tiga Underpass yang dibangun yakni, Kartini sepanjang 420 meter, Mampang Kuningan 870 meter dan Matraman sepanjang 870 meter.

"Untuk Flyover saat ini sedang pengerjaan struktur bawah berupa pondasi bored pile," ujar Hananto Khrisna, Kepala Seksi Pengendalian Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Selasa (11/4).

Pengerjaan Konstruksi Flyover Cipinang Lontar Mulai Februari

Sementara untuk pekerjaan underpass, kata Hananto, sudah masuk tahap pembuatan struktur dinding dengan menggunakan konstruksi secant pile. Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat pembangunan, Hananto mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Secara keseluruhan pengerjaan sudah sekitar 10 persen. Kita berharap pengendara yang ingin melintasi lokasi proyek agar mencari jalan alternatif," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5074 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1818 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1760 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1567 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1531 personAnita Karyati